GAMBARAN EPIDEMIOLOGI PADA PENDERITA MALARIA DI DAERAH PESISIR PANTAI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOTIKUM KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN TAHUN 2018

Muhammad Syahrir, Rosyani Rosyani

Abstract


Malaria adalah penyakit menular infeksi yang disebabkan oleh parasit  Plasmodium yang ditularkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi (vectorborne  desease). Malaria pada manusia dapat disebabkan   oleh Plasmodium malaria, Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum dan Plasmodium ovale. Pada tubuh manusia, parasit membelah  diri dan bertambah  banyak di dalam hati dan kemudian menginfeksi sel darah merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Epidemiologi Kejadian Malaria Pada Daerah Pesisir Pantai Wilayah Kerja Puskesmas Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2018.

Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 131 jiwa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 penderita malaria. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan cara pengundian. Analisa data menggunakan perhitungan distribusi frekuensi masing-masing variabel sesuai dengan criteria yang telah ditentukan. Penyajian data dalam bentuk table distribusi frekuensi dan disertai narasi atau penjelasan.

Hasil penelitian   menunjukan pekerjaan penderita malaria yang tertinggi yaitu penderita malaria yang belum bekerja 56 orang (57,1%) dan terendah penderita malaria yang bekerja  sebagai  petani  sebanyak 6   orang (6,1%).  Penderita malaria yang menggunaan kelambu yang tertinggi yaitu yang menggunakan sebanyak 79 orang (80,6%) dan yang terendah yang tidak menggunakan kelambu sebanyak 19 orang (19,4%). Penderita malaria yang sering keluar malam yaitu pada penderita malaria yang tidak sering keluar malam yaitu sebanyak 59 orang (60,7%),  dan yang terendah sering keluar malam sebanyak 39 orang (39,7%), Keberadaan tempat perindukan nyamuk terdapat dimasing-masing rumah penderita malaria tertinggi 98 rumah (100%). Jarak rumah penderita malaria dengan tempat perindukan nyamuk yang tertinggi yaitu ≤ 3 km 98 rumah (100%). Kebersihan lingkungan rumah penderita malaria yang tertinggi yaitu lingkungan rumah tidak bersih sebanyak 57 rumah (58,2%) dan yang terendah yaitu tidak lingkungan bersih sebanyak 41 rumah (41,8%). Saran dalam  penelitian ini Bagi pemerintah Kecamatan Totikum agar melakukan kegiatan jumat bersih dilingkungan tempat tinggal masyarakat secara  rutin. Bagi puskesmas agar dapat mengoptimalkan sosialisasi tentang penyakit malaria. Bagi masyarakat agar  selalu menjaga kebersihan lingkungan dalam rumah dan diluar rumah, mencegah perilaku berisiko malaria (keluar pada malam hari, penggunaan kelambu dll).

Keywords


Epidemiologi Malaria

Full Text:

PDF

References


Anies 2006. Manajemen Berbasis Lingkungan: Solusi Mencegah dan Menenggulangi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Arsin,A.A.2012.Malaria di Indonesia: Tinjauan Aspek Epidemiologi, Makassar, MASAGENAPRESS.

Arsin,A.A.,Nasir,M.danNawi,R.

Hubungan Penggunaan Kelambu Berisektisida Dengan Kjadian Malaria di Kabupaten Halmahera Timur. Jurnal Masyarakat Epidemiologi Indonesia, Vol. 1 No. 36.

Achmadi, Umar Fahmi, (2005), Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah, Cetakan 1, PT. Kompas Media Nusantara, Jakarta.

Azwar, Asrul. ( 1990). Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan.

Boelee, E., Konradsen, F.&Hoek, W.V. D. 2002. Malaria in Irrigated Agriculture, South Africa, Clifford Mutero, International Water Management Institute.

Chandra, B. 2009. Ilmu Kedokteran dan Komunitas, Jakarta, EGC.

CDC, Malaria, Anopheles Masquitoes, National Center ForInfectious Diseases, Division Of Parastic Diseases2004.

Depkes RI,. 2008. Pedoman Penatalaksaan Kasus Malaria Di Indonesia. Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.

Dinkes KabupatenBanggai Kepulauan. 2015. Profil Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan.

DepkesRI,. 2003.Epidemilogi Malaria, DirektoratJendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman: Jakarta.

DepkesRI,.2009.ProfilKesehatan

Indonsia2008, Jakarta.

Erdinal, Dewi Susana dan Ririn Arminsih. 2006. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar Program Pasca Sarjana, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta.

Friaraiyatini., Keman S.,Yudhastuti R., 2012. Pengaruh Lingkungan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Malaria di Kabupaten Barito Selatan Propinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan.2:121-128.

Gandahusada S, Parasitologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta 2006.

Gilang Yoghi Pratama, 2015.

Nyamuk Anopheles sp dan Faktor Yang Mempengaruhi di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

GunawanS, 2000. Epidemiologi Malaria : Epidemiologi, Petogenesis, Menifestasi Klinis dan Penanganannya, Dikutip Oleh Harijanto P.N, buku kedokteran EGC, Jakarta

Hakim, L. 2010. Faktor Risiko Penularan Malaria Di Jawa Barat (Kejadian Epidemiologi Tentang Vektor, Parasit Plasmodium Dan Lingkungan Sebagai Faktor Risiko Kejadian Malaria): Jurnal Aspirator, Vol. 1, 10.

Harijanto, Nugroho dan Gunawan Carta A.2009.Malaria Dari Molekuler Ke Klinis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Harijanto PN, 2010. Malaria Dari Molekuler Ke Klinis, edisi 2, Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Hiswani, 2007.Gambaran Penyakit Dan Vektor Malaria di Indonesia.http://library.usu.ac.id/.Diakses pada tanggal 22 januari 2018.

Harijanto, PN, Nugroho dan Gunawan. 2010.Malaria Dari Molekuler Ke Klinis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Ika Nur Atikoh,2014. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga.Skripsi. Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah.

Jamison,D T.,etal.2006. Disease and Morality in Sub-Saharan Africa, Washington,DC, TheWorld Bank.

Jemri, R. 2011.Studi Tentang Pengetahuan Masyarakat dan Lingkungan Dengan Kejadian Malaria di Kelurahan Oesao Tentang Penyakit Malaria, Nusa Tenggara Timur.

Kalangie, F., Rombot, D. V. & Kawatu, P.A. T.2015. Faktor- Faktor Yang Berhubungandengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Touluaan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Media Kesehatan, Vol. 3, 7.

KementrianKesehatan Republik Indonesia.2014. Profil Kesehatan Indonesia Tahun2013. Jakarta: KementrianKesehatan Republik Indonesia.

KementrianKesehatan Republik Indonesia 2012. Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun2011, Jakarta, Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyebaran Lingkungan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kusnindar, 1990.Masalah Malaria Dan Pemberantasannya Di Indonesia.

Kukuh Purwo Saputro dan Arum Sriwedrayanti.2013. Hubungan Lingkungan Sekitar Rumah Dan Praktik Pencegahan Dengan Kejadian Malaria Di Desa Kendaga Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Kesehatan Masyarakat , Universitas Negeri Semarang.

Liza Novita, 2009. Diagnosis dan Penatalaksanaan Malaria. Fakutas Kedokteran Universitas Riau.http://www.Doctors-filez.tk.Diakses tanggal 10 maret 2017.

Media, Y,.Trinabasiih dan Sofyan, S. 2011. Pengetahuan, SikapDan Perilaku Kaitannya Dengan Penularan Dan Pencegahan Malaria Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat. Jurnal Ekologi Kesehatan, Vol. 10 No. 3,8.

Melisa Pantow, 2015.Peranan Lingkungan Terhadap Kejadian Malaria Dikecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara.Skripsi.Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

Natadisastra, D. & Agoes, R. 2009.Parasitologi Kedokteran: ditinjau dari organ tubuh yang diserang, Jakarta, EGC.

NIAD 2007.Understanding Malaria Fighting an Ancient Scourage, National IntituteofAllegry and Infectious Diseasa, U.S. Departmentof Health and Human Services.

Nisa, H. 2007. Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, UIN Jakarta Press.

Nurbayani, L. 2013. Faktor Risiko Kejadian Malaria di Wilayah Kerja PuskesmasMayongI Kabupaten Jepara. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 2,10.Noor,Nasry. 2004. Epidemiologi.Lembaga Penerbit UniversitasHasanudin:Makasar.

Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta. Jakarta.

Prabowo, A. 2004. Malaria: Mencegah dan Mengatasinya.

Palupi, Wastu Niken, 2010.Hubungan Keberadaan Tempat Perindukan Nyamuk Dengan Kejadian Malaria Di Puskesmas Hanura Kabupaten Persawahan Lampung. Thesis, Universitas Indonesia.

Profil Puskesmas Totikum 2013-2015.

Profil KesehatanSulawesi Tengah, 2015

Riskesdas, 2013. Malaria. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Rahmat Zarkasyi,2012. Gambaran Perilaku Penderita Malaria Klinis di Kelurahan Caile Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, IKM. PS- FKM-UIN, Alauddin Makassar.Sanropei, Djasio, (1989), Pengawasan Penyehatan Lingkungan Permukiman. Jakarta : Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI.

Samino, Aji Agung Perdana, 2013. Determinan Perilaku Masyarakat, Lingkungan dengan Kejadian Malaria Di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati.

Service, M. W. 1989. Demography and Vector-Borne Diseases, Florida, CRC Press.

Slovin. 1960. Dalam Pengambilan Sampel, Populasi, Sampling. Judul Buku Metolodologi Penelitian.

Sulistiani,N. E. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria di Puskesmas Kokap Kabupaten Kulon Progo Provinsi Yogyakarta Tahun 2012. S1, Universitas Indonesia.

Sunaryo, 2006.Dinamika Penularan Malaria Di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua, Lokal Bintang P2B2, Banjarnegara.

Sinha, A. K, 2005. Malaria, New Delhi, S. B. Nangila.

Susanna, 2005. Dinamika Penularan Malaria di Ekosistem Persawahan, Perbukitan dan Pantai (Studi di Kabupaten Jepara, Purwokerto dan Kota Batam), Disertasi, Program Doktor, IKM. PS-FKM-UI, Depok.

Subki S, 2000. Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria di Puskesmas Membalong, Puskesmas Gantung, dan Puskesmas Manggar Kabupaten Belitung, PS_IKM, FKM UI.

Suhardiono, 2005. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Insiden Penyakit Malaria di Kelurahan Teluk dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten NiasSelatan. Jurnal Mutiara Kesehatan Indonesia, Vol. 1, 13.

Tjay, T.H. & Rahardja, K. 2007. Obat-obat Penting, Jakarta, PT. Elex Media.

UNICEF. 2000. The Prescriber. Malaria Prevention and Treatment [Online].

Wibowo.2014. Kesehatan Masyarakat Di Indonesia : Konsep, Aplikasi dan Tantangan. Jakarta.

Winardi, E. 2004. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria Di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Tahun 2004. Skripsi, Universitas Indonesia.

WHO. 2015. Malaria [Online] Available: http://www.who.int/topics/malaria/en/ [diakses tanggal 02 oktober 2017].

WHO. (2012). World Health Statistic 2012.World Health Organization, France.

Yudhastuti R., 2008.Gambaran Faktor Lingkungan Daerah Endemis Malaria Di Daerah Berbatasan (Kabupaten Tulungagung Dengan Kabupaten Trenggalek). Jurnal Kesehatan Lingkungan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats Jurnal Kesmas Untika Luwuk : Public Health Journal

Penerbit: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk

Alamat Redaksi / Address

Jl. Dewi Sartika No. 65, Kode Pos 94711

Luwuk - Sulawesi Tengah

Tlp/Fax: 0461-324027

Email : jurnalfkmuntika@gmail.com 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.